Rabu, 12 Juni 2013

KONSEP PERANCANGAN KOTA


Assalamu alaikum Wr.Wb
Postingan kali ini saya akan membahas tentang konsep perancangan kota sesuai dengan  materi minggu lalu.
Sebelum saya membahas terlalu jauh tentang konsep perancangan kota ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa sih kota itu ?
Kota adalah Arsitektur (Benny Poerbantanoe 1999)
Kota adalah lambang perjalanan sejarah, teknologi dan zamannya
Kota merupakan organisme yang kompleks dan rumit yang gejolak dan arah perkembangannya terkadang sulit untuk diprediksi secara akurat/ketidakpastian.
Nah sekarang kita sudah tahu kan apa itu kota. Saya akan membahas lebih lanjut tentang konsep perancangan kota langsung saja kita simak bersama yach J
Perancangan kota adalah pengatur unsur-unsur fisik lingkungan kota sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi baik, ekonomis untuk dibangun, dan memberi kenyamanan untuk dilihat dan untuk hidup didalamnya (Harry Anthony dalam Antoniades, 1986)
Berbicara tentang perancangan kota tidak terlepas dari pertumbuhan kota (fisik dan non fisik) meliputi :
ü  Ekonomi formal (kapital) VS ekonomi non formal
ü  Kekuatan pemerintah VS aspirasi warga
Perancangan kota dapat dilihat sebagai perluasan bidang arsitektur. Dari satu sisi skala atau cakupan area, Arsitektur merancang bangunan pada satu persil (atau disebut berskala mikro), sedangkan cakupan perancangan kota meluas tidak hanya satu persil tapi suatu kawasan (yang biasanya terdiri dari banyak persil) dapat disebut juga sebagai berskala mazro. Dengan demikian, perancangan kota berkaitan dengan penataan lingkungan fisik yang lebih luas daripada hanya satu persil seperti yang dialami oleh bidang arsitektur.

Gambar 1 : perancangan kota sebagai eksistensi arsitektur

Perancangan kota sebagai implementasi rencana kota
Perencanaan kota (urban planning) menangani lingkungan binaan (builtenvironment) dalam lingkup kota (makro). Untuk melaksanakan hasil perencanaan kota diperlukan program-program penanganan kawasan (mezo), maka dapat diartikan bahwa perancangan kota (urban design) sebagai penanganan lingkungan binaan berskala mezo merupakan salah satu langkah implementasi (pelaksanaan) rencana kota


Gambar 2 : perancangan kota sebagai eksistensi arsitektur dan sebagai implementasi perencanaan kota
Konsep kota atau tepatnya urban artefak sebagai representasi rancangan selalu muncul dan ditemukan dalam bentuk-bentuk yang bervariasi dalam segala zaman sebagi respon terhadap kebutuhan ekonomi, sosial, dan religius.
Urban desain adalah proses perancangan fisik kota, seni merancang ruang kota yang melibatkan desain bangunan, kelompok bangunan, ruang dan lanskap, dan menetapkan proses yang membuat pembangunan yang berhasil denga baik.

Urban desain meliputi berbagai ilmu :
§  Arsitektur
§  Arsitektur pertamanan
§  Perencanaan kota
§  Geografi
§  Sejarah
§  Sosiologi
§  Psikologi
Unsur-unsur kota yang diatur rancang kota :
*        Jalur transportasi
*        Public space/ ruang publik
*        Kelompok /blok bangunan
*        Ruang luar/lanskape
Cukup sekian postingan saya kali ini semoga bermanfaat yach
Wassalamu alaikum Wr. Wb

Sumber : FAHMYDDIN S.T M. Arch


Selasa, 04 Juni 2013

PERENCANAAN DAN PERANCANAGAN KOTA ISLAM (DIMENSI FISIK)

Assalamu alaikum Wr. Wb
Postingan kali ini membahas tentang perencanaan dan perancangan kota islam dimensi fisik langsung saja yach J
Prinsip – prinsip perencanaan dan perancangan kota islam dalam dimensi fisik yaitu :
ü  Perdagangan (Commersial)
ü  Permukiman (Residential)
ü  Pendidikan (Education)
ü  Industri (Industrial)
ü  Rumah  (House)
1.       Prinsip – prinsip desain utama dalam perencanaan dan perencangan perdagangan yaitu :
*        Perdagangan mudah diakses penduduk
*        Perdagangan dekat dengan masjid
*        Berdekatan
Maksud dari perdagangan mudah diakses penduduk adalah, nabi memberikan perintah bahwa tempat berbelanja untuk semua anggota masyarakat harus dapat diakses untuk semua masyarakat, membuat tempat perbelanjaanmudah diakses penduduk untuk tujuan kesejahteraan sosial islam, dan perbelanjaan juga meliputi tujuan islamyang berkaitan dengan perencanaan dan mengatur lingkungan perkotaan
Maksud dari perdagangan dekat dengan masjid adalah menempatkan perbelanjaan dekat masjid memiliki aplikasi praktis, orang muslim datang ke masjid hampir lima kali sehari dengan demikian lokasi belanja dekat masjid memungkinkan orang untuk membeli kebutuhan mereka dalam perjalanan ke masjid dan dari masjid, secara tradisional lokasi pasar di pusat kota sekitar masjid yang ideal karena disana ada kesempatan optimal untuk pertukaran sosial, hubungan antara lokasi pasara dan masjid dapat mempromosikan karakter sosial dari pasar sebagai lembaga ekonomi, dengan kata lain masjid menjadi media untuk memperkuat hubungan sosial antar warga masyarakat.
Maksud dari berdekatan adalah tanggung jawab perencanaan untuk mempertimbangkan privasi ketika menemukan fasilitas umum seperti toko, islam tradisional menciptakan toko yang bisa mengganggu privasi rumah baik belawanan maupun berdampingan dianggap sebagai tindakan yang salah, dan mengubah bagian rumah ke toko tidak diperbolehkan jika itu akan mengganggu privasi rumah tetangga.
2.       Prinsip – prinsip desain utama dalam perencanaan dan perencangan permukiman yaitu :
·         Permukiman dibangun berdekat-dekatan
·         Jalan tidak hanya difungsikan untuk jalan tetapi difungsikan juga sebagai tempat yang nyaman secara fisik
·         Adanya hiraki dan lahan terbuka
·         Adanya masjid, masjid selain tempat ibadah juga berfungsi sebagai interaksi sosial
3.       Pemerataan fasilitas pendidikan
Ø  Sekolah yang berdekatan dengan masjid tidak hanya menandakan peran agama dan sosial pendidikan, tetapi juga mendukung prisip pemerataan fasilitas pendidikan
Ø  Seperti masjid dapat diakses oleh semua masyarakat, begitu juga dengan sekolah
4.       Sumber pencemaran pada tanah, kebisingan, asap dan bau, harus dicegah dan dijauhkan dari orang dan permukiman. Oleh karena itu industri harus dibangun diluar area permukiman.
5.       Rumah
§  Sebagai tempat untuk memperkuat ikatan di dalam rumah dan orang akan merasa nyaman berada di dalam rumah,
§  Nabi mengatakan bahwa rumah adalah tepat terbaik di dunia
§  Nabi menganggap memiliki rumah sebagai konstribusi untuk kebahagiaan
§  Nabi mengatakan untuk kebahagiaan adalah istri yang baik, sarana transportasi, dan rumah yang baik
§  Dengan kata lain, desain rumah muslim harus menjadi produk dari keyakinan islam dan nilai-nilai dari penduduk
Prinsip yang paling penting dalam menentukan desain rumah muslim yaitu :
o   Pribadi
o   Perdamaian/ kerusakan: aktifitas damai penduduk
o   Kerendahan hati dirumah: menghindari diri advokasi dan membuang-buang kekayaan.
Cukup sekian yach postingan saya kali ini, smoga bermanfaat……..Amin Yaa Robb

Wassalamu alaikum Wr. Wb
Sumber : FAHMYDDIN S.T M. Arch


Kamis, 30 Mei 2013

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KOTA ISLAM


Assalamu alaikum Wr. Wb
Yuk simak postingan saya kali ini J !
Jadi postingan kali ini saya akan membahas tentang perencanaan dan perancangan kota islam yang sesuai dengan materi teori kota minggu lalu…..
Sebelum membahas terlalu jauh kita harus tau dulu apa sih bedanya perencanaan dan perancangan itu ?
Perencanaan adalah tahapan yang dilakukan dalam perancangan untuk mengikuti standar yang telah ditetapkan.
perancangan memiliki pengertian yang beragam sesuai dengan bidang ilmu masing-masing.
Nah teman-teman uda tahu kan apa itu perencanaan dan perancangan, sekarang kita masuk ke materi yach….
Kota Islam pertama adalah kota yang dibangun oleh Nabi Muhammad. Pertimbangan-pertimbangan konsep ideologis dari Kota yang bercorak Islami, merupakan sumbangan dari Nabi Muhammad, baik selaku Nabi/Rasul Allah maupun selaku pribadinya sebagai perencana/perancang kota.
Secara garis besar, tatanan kota dipengaruhi tiga ideologi yaitu :
*        Ideologi kapitalisme
*        Ideologi china
*        Ideologi islam
Perencanaan dan perancangan kota islam terbagi atas dua asapek yaitun :
ü  Aspek sosial
ü  Aspek fisik
Kali ini saya akan menjelaskan aspek sosial dalam perencanaan dan perancangan kota islam yaitu:
Ø  Masyarakat (Sociaty)
Yaitu suatu konsep tatanan kota yang mempertimbangkan hubungan sosial masyarakat sehingga mendorong kehidupan sosial
Ø  Hubungan tetangga (Neighburhood)
Yaitu perancangan yang memperhatikan hubungan tetangga yang lain tidak saling terisolasi
Ø  Keluarga (Family)
Yaitu perancangan kota yang memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan keluarga
Ø  Individual
Yaitu tindakan individu yang mempengaruhi perancangan kota karena setiap individu mempunyai kewajiban dan kepentingan sendiri termasuk ibadah, pengetahuan dan jenis pekerjaan.

Cukup sekian yach postingan saya kali ini semoga bermanfaat… Amin Yaa Robb
Wassalamu alaikum Wr. Wb
Sumber : FAHMYDDIN , S.T M. Arch
             http://febyoktora-archi.blogspot.com
             http://mfile.narotama.ac.id
             http://www.nimusinstitute.com


TEORI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KOTA


Assalamu alaikum Wr. Wb
Postingan kali ini saya akan membahas tentang teori pertumbuhan kota langsung saja yach J
Menurut Spiro Kostof (1991), Kota adalah Leburan Dari bangunan dan penduduk, sedangkan bentuk kota pada awalnya adalah netral tetapi kemudian berubah sampai hal ini dipengaruhi dengan budaya yang tertentu.
Bentuk kota ada dua macam yaitu geometri dan organik.Terdapat dikotomi bentuk perkotaan yang didasarkan pada bentuk geometri kota yaitu Planned dan Unplanned.
*        Bentuk Planned (terencana) dapat dijumpai pada kota-kota eropa abad pertengahan dengan pengaturan kota yang selalu regular dan rancangan bentuk geometrik.
*        Bentuk Unplanned (tidak terencana) banyak terjadi pada kota-kota metropolitan, dimana satu segmen kota berkembang secara sepontan dengan bermacam-macam kepentingan yang saling mengisi, sehingga akhirnya kota akan memiliki bentuk semaunya yang kemudian disebut dengan organik pattern, bentuk kota organik tersebut secara spontan, tidak terencana dan memiliki pola yang tidak teratur dan non geometrik.
Elemen-elemen pembentuk kota pada kota organik, oleh kostol dianalogikan secara biologis seperti organ tubuh manusia, yaitu :
ü  Square, open space sebagai paru-paru.
ü  Center, pusat kota sebagai jantung yang memompa darah (traffic).
ü  Jaringan jalan sebagai saluran arteri darah dalam tubuh.
ü  Kegiatan ekonomi kota sebagai sel yang berfikir.
ü  Bank, pelabuhan, kawasan industri sebagai jaringan khusus dalam tubuh.
ü  Unsur kapital (keuangan dan bangunan) sebagai energi yang mengalir ke seluruh sistem perkotaan.
Menurut Kevin Lynch (1981), definisi model organik atau kota biologis adalah kota yang terlihat sebagai tempat tinggal yang hidup, memiliki ciri-ciri kehidupan yang membedakannya dari sekedar mesin, mengatur diri sendiri dan dibatasi oleh ukuran dan batas yang optimal, struktur internal dan perilaku yang khas, perubahannya tidak dapat dihindari untuk mempertahankan keseimbangan yang ada, menurutnya bentuk fisik organik :
§  Membentuk pola radial dengan unit terbatas.
§  Memiliki focused centre.
§  Memiliki lay out non geometrik atau cenderung romantis dengan pola yang membentuk lengkung tak beraturan.
§  Material alami.
§  Kepadatan sedang sampai rendah.
§  Dekat dengan alam
TEORI TEORI PERTUMBUHAN KOTA 
Terdapat beberapa pandangan yang berkaitan dengan perubahan suatu kawasan dan sekitarnya sebagai bagian dari suatu kawasan perkotaan yang lebih luas, menurut Gallion dalam buku ¨The Urban Pattern¨ disebutkan bahwa perubahan suatu kawasan dan sebagian kota dipengaruhi letak geografis suatu kota. Hal ini sangat berpengaruh terhadap perubahan akibat pertumbuhan daerah di kota tersebut, apabila terletak di daerah pantai yang landai, pada jaringan transportasi dan jaringan hubungan antar kota, maka kota akan cepat tumbuh sehingga beberapa elemen kawasan kota akan cepat berubah.
Dalam proses perubahan yang menimbulkan distorsi (mengingat skala perubahan cukup besar) dalam lingkungan termasuk didalamnya perubahan penggunaan lahan secara organik, terdapat beberapa hal yang bisa diamati yaitu :
v  Pertumbuhan terjadi satu demi satu, sedikit demi sedikit atau terus menerus.
v  Pertumbuhan yang terjadi tidak dapat diduga dan tidak dapat diketahui kapan dimulai dan kapan akan berakhir, hal ini tergantung dari kekuatan-kekuatan yang melatar belakanginya.
v  Proses perubahan lahan yang terjadi bukan merupakan proses segmental yang berlangsung tahap demi tahap, tetapi merupakan proses yang komprehensif dan berkesinambungan.
v  Perubahan yang terjadi mempunyai kaitan erat dengan emosional (sistem nilai) yang ada dalam populasi pendukung.
v  Faktor-faktor penyebab perubahan lainya adalah vision (kesan), optimalnya kawasan, penataan yang maksimal pada kawasan dengn fungsi-fungsi yang mendukung, penggunaan struktur yang sesuai pada bangunan serta komposisi tapak pada kawasan. (Cristoper Alexander, A New Theory Of Urban Design, 1987, 14:32-99).
Ada dua komponen struktural yang dapat dikaji (Schultz, 1984) :
o   Tipologi : menyangkut tatanan sosial (sosial order) dan pengorganisasian ruang (spatial organization) yang dalam hal ini menyangkut ruang (space) berkaitan dengan tempat yang abstrak.
o   Morfologi : menyangkut kualitas spasial figural dan konteks wujud pembentuk ruang yang dapat dibaca melalui pola, hirarki, dan hubungan ruang satu dengan yang lainya..
ELEMEN-ELEMEN FISIK KOTA
Dalam desain perkotaan (Shirvani, 1985) terdapat elemen-elemen fisik Urban Design yang bersifat ekspresif dan suportif yang mendukung terbentuknya struktur visual kota serta terciptanya citra lingkungan yang dapat pula ditemukan pada lingkungan di lokasi penelitian, elemen-elemen tersebut adalah :
a.       Tata Guna Tanah
Tata guna lahan dua dimensi menentukan ruang tiga dimensi yang terbentuk, tata guna lahan perlu mempertimbangkan dua hal yaitu pertimbangan umum dan pertimbangan pejalan kaki (street level) yang akan menciptakan ruang yang manusiawi.
b.       Bentuk dan Massa Bangunan
Menyangkut aspek-aspek bentuk fisik karena setting, spesifik yang meliputi ketinggian, besaran, floor area ratio, koefisien dasar bangunan, pemunduran (setback) dari garis jalan, style bangunan, skala proporsi, bahan, tekstur dan warna agar menghasilkan bangunan yang berhubungan secara harmonis dengan bangunan-bangunan lain disekitarnya.
Prinsip-prinsip dan teknik Urban Design yang berkaitan dengan bentuk dan massa bangunan meliputi :
1.     Scale, berkaitan dengan sudut pandang manusia, sirkulasi dan dimensi bangunan sekitar.
2.     Urban Space, sirkulasi ruang yang disebabkan bentuk kota, batas dan tipe-tipe ruang.
3.     Urban Mass, meliputi bangunan, permukaan tanah dan obyek dalam ruang yang dapat tersusun untuk membentuk urban space dan pola aktifitas dalam skala besar dan kecil.
c.       Sirkulasi dan parkir
Elemen sirkulasi adalah satu aspek yang kuat dalam membentuk struktur lingkungan perkotaan, tiga prinsip utama pengaturan teknik sirkulasi adalah :
1.       Jalan harus menjadi elemen ruang terbuka yang memiliki dampak visual yang positif.
2.       Jalan harus dapat memberikan orientasi kepada pengemudi dan membuat lingkungan menjadi jelas terbaca.
3.       Sektor publik harus terpadu dan saling bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
d.       Ruang Terbuka
Ian C. Laurit mengelompokkan ruang terbuka sebagai berikut :
1.       Ruang terbuka sebagai sumber produksi.
2.       Ruang terbuka sebagai perlindungan terhadap kekayaan alam dan manusia (cagar alam, daerah budaya dan sejarah).
3.       Ruang terbuka untuk kesehatan, kesejahteraan dan kenyamanan.
Ruang terbuka memiliki fungsi :
Ø  Menyediakan cahaya dan sirkulasi udara dalam bangunan terutama di pusat kota.
Ø  Menghadirkan kesan perspektif dan visa pada pemandangan kota (urban scane) terutama dikawasan pusat kota yang padat.
Ø  Menyediakan arena rekreasi dengan bentuk aktifitas khusus.
Ø  Melindungi fungsi ekologi kawasan.
Ø  Memberikan bentuk solid foid pada kawasan.
Ø  Sebagai area cadangan untuk penggunaan dimasa depan (cadangan area pengembangan).
Aspek pengendalian ruang terbuka pusat kota sebagai aspek fisik, visual ruang, lingkage dan kepemilikan dipengaruhi beberapa faktor :
*        Elemen pembentuk ruang, bagaimana ruang terbuka kota yang akan dikenakan (konteks tempat) tersebut didefinisikan (shape, jalan, plaza, pedestrian ways, elemen vertikal).
*        Faktor tempat, bagaimana keterkaitan dengan sistem lingkage yang ada.
*        Aktifitas utama.
*        Faktor comfortabilitas, bagaimana keterkaitan dengan kuantitas (besaran ruang, jarak pencapaian) dan kualitas (estetika visual) ruang.
*        Faktor keterkaitan antara private domain dan public domain.
e.       Jalur Pejalan Kaki
Sistem pejalan kaki yang baik adalah :
1.       Mengurangi ketergantungan dari kendaraan bermotor dalam areal kota.
2.       Meningkatkan kualitas lingkungan dengan memprioritaskan skala manusia.
3.       Lebih mengekspresikan aktifitas PKL mampu menyajikan kualitas udara.
f.        Activity Support
Muncul oleh adanya keterkaitan antara fasilitas ruang-ruang umum kota dengan seluruh kegiatan yang menyangkut penggunaan ruang kota yang menunjang akan keberadaan ruang-ruang umum kota. Kegiatan-kegiatan dan ruang-ruang umum bersifat saling mengisi dan melengkapi.
Pada dasarnya activity support adalah :
§  Aktifitas yang mengarahkan pada kepentingan pergerakan (importment of movement).
§  Kehidupan kota dan kegembiraan (excitentent).
g.       Simbol dan Tanda
Ukuran dan kualitas dari papan reklame diatur untuk :
*        Menciptakan kesesuaian.
*        Mengurangi dampak negatif visual.
*        Dalam waktu bersamaan menghilangkan kebingungan serta persaingan dengan tanda lalu lintas atau tanda umum yang penting.
*        Tanda yang didesain dengan baik menyumbangkan karakter pada fasade bangunan dan menghidupkan street space dan memberikan informasi bisnis.
*        Dalam urban design, preservasi harus diarahkan pada perlindungan permukiman yang ada dan urban place, sama seperti tempat atau bangunan sejarah, hal ini berarti pula mempertahankan kegiatan yang berlangsung di tempat itu.

Sekian dulu yach postingan kali ini semoga bermanfaat Amin Ya Robb…
Wassalamu alaikum Wr. Wb

Sumber : http://pengembanganperkotaan.wordpress.com